Posted by : The News Project Jumat, 04 April 2014

Hai, Salam BK, perkenalkan saya Guru BK di SMK YPM, dimana kali ini saya akan memberikan sedikit penjelasan sedikit mengenai beberapa faktor kenakalan remaja yang sampai saat ini, sudah merajarela dan merajai atau dengan kata lain tak terbendung lagi, bahkan banyak sekali pengalaman menarik yang saya dapatkan saat mengajar di SMK,

Memang masa remaja merupakan masa dimana seorang anak itu sedang mencari jati diri, dan rawan sekali terpengaruh oleh keberadaan lingkungan luar yang membuat anak bisa berubah sikap dan perilakunya 180 derajat dari sebelumnya, peran orang tua juga minimal bisa menyelami anak, dan memberikan kepercayaan dan punuishment atau hukuman yang wajar sekedar untuk memberikan efek jera pada anak.



Sebab anak pada taraf remaja ini sangatlah rentan dan rawan sekali terjerumus pada hal yang negatif, bahkan ada orang tua yang sampai takut pada anaknya, karena memang anaknya sudah tidak bisa di kontrol lagi, jangan lupa bahwa selain lingkungan yang berpengaruh besar ternyata Perkembangan Teknologi juga bisa membuat anak menjadi karakter yang berbeda, sebab anak yang memiliki Gadged bagus, maka dia akan sering berkomunikasi dengan gadged nya, sehingga dia tidak pandai untuk berkomunikasi secara verbal dengan orang lain.

Dalam batasan hukum, menurut Philip Rice dan Gale Dolgin, penulis buku The Adolescence, terdapat dua kategori pelanggaran yang dilakukan remaja, yaitu:

1. Pelanggaran indeks, yaitu munculnya tindak kriminal yang dilakukan oleh anak remaja. Perilaku yang termasuk di antaranya adalah pencurian, penyerangan, perkosaan, dan pembunuhan.

2. Pelanggaran status, di antaranya adalah kabur dari rumah, membolos sekolah, minum minuman beralkohol di bawah umur, perilaku seksual, dan perilaku yang tidak mengikuti peraturan sekolah atau orang tua.

Keluarga yang Memicu?

Menurut Karol Kumpfer dan Rose Alvarado, profesor dan asisten profesor dari University of Utah, dalam penelitiannya, menyebutkan bahwa kenakalan dan kekerasan yang dilakukan oleh anak dan remaja berakar dari masalah-masalah sosial yang saling berkaitan.

Di antaranya adalah kekerasan pada anak dan pengabaian yang dilakukan oleh orangtua, munculnya perilaku seksual sejak usia dini, kekerasan rumah tangga, keikutsertaan anak dalam geng yang menyimpang, serta tingkat pendidikan anak yang rendah.

Ketidakmampuan orangtua dalam menghentikan dan melarang perilaku menyimpang yang dilakukan oleh anak remaja akan membuat perilaku kenakalan terus bertahan.

Faktor-faktor penyebab munculnya kenakalan remaja, menurut Kumpfer dan Alvarado, 


  • Kurangnya sosialisasi dari orangtua ke anak mengenai nilai-nilai moral dan sosial.

Contoh perilaku yang ditampilkan orangtua (modeling) di rumah terhadap perilaku dan nilai-nilai anti-sosial.

  • Kurangnya pengawasan terhadap anak (baik aktivitas, pertemanan di sekolah ataupun di luar sekolah, dan lainnya).
  • Kurangnya disiplin yang diterapkan orangtua pada anak.
  • Rendahnya kualitas hubungan orangtua-anak.
  • Tingginya konflik dan perilaku agresif yang terjadi dalam lingkungan keluarga.
  • Kemiskinan dan kekerasan dalam lingkungan keluarga.
  • Anak tinggal jauh dari orangtua dan tidak ada pengawasan dari figur otoritas lain.
  • Perbedaan budaya tempat tinggal anak, misalnya pindah ke kota lain atau lingkungan baru.
  • Adanya saudara kandung atau tiri yang menggunakan obat-obat terlarang atau melakukan kenakalan remaja.


Faktor lingkungan atau teman sebaya yang kurang baik juga ikut memicu timbulnya perilaku yang tidak baik pada diri remaja. Sekolah yang kurang menerapkan aturan yang ketat juga membuat remaja menjadi semakin rentan terkena efek pergaulan yang tidak baik.

"Guru yang kurang sensitif terhadap hal ini juga bisa membuat remaja menjadi semakin sulit diperbaiki perilakunya. Demikian juga dengan guru yang terlalu keras dalam menghadapi remaja yang bermasalah. Bisa jadi, bukannya ikut meredam kenakalan mereka, malah membuat kenakalan mereka semakin menjadi," ujar Prof. Arif Rachman, pakar pendidikan dari UNJ.

Sementara M Faisal Magrie, konsultan psikologi remaja dari Asosiasi Berbagi, menyatakan beberapa hal yang dapat dilakukan orangtua untuk mencegah munculnya perilaku kenakalan pada anak remaja. 

Menurut Faisal, mengasuh anak yang memasuki usia remaja dapat diandaikan seperti bermain layangan. "Apabila orangtua menarik talinya terlalu dekat, layangan itu tidak akan bisa terbang. Namun bila orangtua membiarkan talinya terlalu jauh, layangan tersebut akan putus karena angin yang kencang, atau hal lain seperti menyangkut di pohon," kata Faisal.

Begitu juga dengan anak remaja, jika orangtua terlalu mengekang anak, yang terjadi adalah anak tidak mampu berkembang secara mandiri dan mereka akan berusaha untuk melepaskan dirinya dari kekangan orangtua. Ketika hal ini terjadi, lingkungan sosial, terutama teman sebaya, akan menjadi pelarian utama si anak.

Apabila ternyata lingkungan sosial tempat anak biasa berkumpul memiliki kecenderungan untuk melakukan kenakalan remaja, anak juga berpotensi besar untuk melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan kelompoknya.

Hal yang sama juga dapat terjadi apabila orangtua terlalu membebaskan anak. Perbedaannya adalah, anak yang dibebaskan tidak merasakan tekanan sebesar apa yang dirasakan oleh anak yang dikekang, sehingga dorongan untuk memberontak cenderung lebih kecil dibandingkan anak yang dikekang.


  • Berikan batasan yang jelas. 

Orangtua disarankan untuk memberikan batasan yang jelas mengenai perilaku apa yang benar-benar tidak boleh dilakukan oleh anak, misalnya membolos, menggunakan narkoba, dan lain sebagainya. 


  • Berdiskusilah untuk tawar menawar.

Lakukan tawar menawar melalui diskusi mengenai perilaku lainnya yang dianggap berpotensi membuat anak menjadi nakal, seperti pulang malam, menginap, atau bahkan memilih pacar. 


  • Biarkan anak menentukan standar moralnya sendiri. 

Proses tawar-menawar akan merangsang anak untuk menentukan standar moralnya sendiri. Di sisi lain hal ini dapat membuat anak lebih menghormati orangtuanya karena telah diberikan kesempatan untuk menentukan pilihannya sendiri.


  • Aktif berkomunikasi dengan guru di sekolah.

Pengawasan dan pemantauan orangtua di rumah bisa dilengkapi dengan pengawasan dari guru di sekolah. Pemantauan terpadu ini akan memberikan banyak masukan yang menyeluruh bagi orangtua mengenai perilaku anaknya di luar rumah.


  • Tak Ada Kata Terlambat


Menurut Faisal, tidak ada kata terlambat dalam menangani anak remaja yang terlihat 'melenceng'. Karena di usia ini teman adalah segalanya bagi anak, ia dapat dengan mudah terpengaruh oleh teman-teman sebayanya. 

Untuk mengatasi hal ini, tindakan yang dapat dilakukan oleh orangtua adalah dengan membuat kesan bahwa mereka bisa berdamai dengan pilihan anaknya. Dengan begini, orangtua tetap bisa mengawasi aktivitas dan pergaulan anaknya dengan pasif. 

Namun, ada hal yang perlu diperhatikan oleh orangtua berkaitan dengan hal tersebut. Ketika orangtua terlalu 'masuk' ke dalam kehidupan anak, pasti anak akan merasa terganggu privasinya. Ia akan merasa risih dan pada akhirnya justru bersikap tertutup kepada orangtuanya.

Untuk itu, orangtua harus mengusahakan agar tetap terlibat secara pasif, namun jangan sampai terkesan terlalu ingin ikut campur.

Nah diatas merupakan penyebab remaja nakal yang mungkin saja bisa bermanfaat untuk anda semua, dimana memang untuk mendidik anak merupakan kewajiban dari orang tua sendiri, maka dari itu lebih baik anak biasa tetapi anak memiliki kepribadian yang baik dari pada anak pandai tapi kepribadiannya buruk.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

INFORMASI TERBARU SKY 4 TAMAN

Coretan Populer

- Copyright © SMK YPM 4 TAMAN -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -